Malioboro (Bagian 1)

Malioboro sebenarnya merupakan salah satu jalan raya di kota Yogyakarta dan terbentang sejauh 2.5 km. Malioboro juga dianggap sebagai garis bayangan yang menghubungkan tiga tempat di Yogyakarta yang paling sakral dan dihormati, Pantai Paringitis, Keraton Yogyakarta (istana), dan Gunung Merapi.

Malioboro akan disesaki oleh pengunjung baik di siang maupun malam hari. Pada siang hari, malioboro merupakan tujuan belanja paling populer di Yogyakarta. Di kedua sisi Malioboro Street jalan raya ini, anda akan melihat deretan baik toko maupun penjaja yang menjual berbagai jenis koleksi sovenir (tradisional dan modern). Terdapat juga beberapa atraksi untuk pengunjung disempanjang Malioboro. Anda juga akan menemukan barisan becak dan delman (kereta kuda) yang diparkir secara rapi sepanjang trotoar yang menawarkan paket-paket tur keliling kota. Dikarenakan oleh hal tersebut, lalu lintas di jalan Malioboro pada umumnya akan sedikit buruk karena dipenuhi oleh pengunjung yang sibuk berburu sovenir, mengunjungi tempat atraksi di sepanjang jalan, atau bahkan berkeliling jalan menggunakan becak atau delman. Sementara itu pada saat malam hari Malioboro akan berubah menjadi pusat tujuan kuliner jalanan di Yogyakarta.

Hal-hal yang dapat dilakukan:

  • Berbelanja

Di malioboro, anda dapat menemukan banyak sovenir lokal dengan harga terjangkau seperti batik (pakian dengan pola tradisional yang dilukis oleh tangan ataupun di cetak oleh mesin) , blangkon (topi tradisional jawa), keris (pedang tradisional jaw), Wayang dan lain-lain. Disamping suvenir budaya, anda juga dapat berburu oleh-oleh kuliner yang populer seperti bakpia patok dan yangko. Toko paling terkenal di Malioboro adalah Mirota Batik karena toko ini menawarkan koleksi paling lengkap untuk oleh-oleh tradisional maupun kuliner dengan harga terjangkau.

  • Kuliner jalanan

Dimalam hari, kedua sisi trotoar akan dipenuhi dengan jejeran penjaja makanan tradisional. Disini, anda dapat menemukan makanan tradisional Jawa atau pun Indonesia yang paling terkenal seperti gudeg, es dawet, ayam penyer dan bahkan durian. Apa yang membuat pengalaman kuliner menjadi unik ialah karena makanan pinggir jalan tersebut di atur tepat di pinggir jalan dengan gaya lesehan. Ini berarti anda akan menikmati makanan anda sambil duduk diatas tikar dengan meja rendah (seperti yang sering ditemukan di restoran jepang).

Lokasi :

berlokasi jalan Malioboro dan di pusat kota Yogyakarta.

Koordinat GPS : -7.7935099,110.3656956