Malioboro (Bagian 2)

Pariwisata Malioboro

Malioboro Bagian 1

Pada artikel sebelumnya telah diinformasikan tentang informasi umum tentang apa saja yang dapat anda harapkan saat mengunjungi Malioboro. Sekarang, artikel kedua akan lebih fokus pada daya tarik wisatawan yang terletak di jalan raya terkenal yang satu ini.

  1. Keraton Yogyakarta (istana Yogyakarta)

Keraton Yogyakarta baru-baru ini dibudidayakan sebagai baik pusat budaya maupun pemerintahan provinsi Keraton Malioboro, Pariwisata Malioboro Yogyakarta. Keraton telah diklaim sebagai model terbaik arsitektur tradisional Jawa. Hal ini mengingat fakta bahwa setiap detail dan posisi dari masing-masing struktur di komplek keraton telah dibangun berdasarkan nilai-nilai tradisional Jawa. Keseluruhan komplek keratoh telah diselesaikan pada tahun 1790.

Jam Operasional:

Setiap hari (08.30 – 12.30 WIB; Jumat-Sabtu buka sampai jam 11.00 WIB)

  1. Benteng Vredeburg

Benteng ini adalah museum sekaligos obyek wisata wisata yang dibangun selama masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Benteng ini pada awalnya didirikan dengan tanah liat yang sangat lembut dan struktur kayu, namun kemudian di transformasi menjadi benteng dengan perlengkapan berat oleh bangsa Belanda untuk mengatasi rasa takut akan pembangunan Keraton di daerah-daerah tertentu. Sekarang anda dapat menemukan berbagai macam peralatan dan senjata dari jaman revolusi dipajang di sekitar benteng. Mengenai musiumnya, anda akan menemukan diorama yang melukiskan kondisi rakyat Indonesia selama jaman penjajahan Belanda. Terdapat juga sebua ruang film yang akan menayangkan film tengang perjuangan rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Jam operasional :

Tutup pada hari senin; Selasa- Jumat (08.00 Pagi -04.00 Sore)

  1. Pasar tradisional Beringharjo

Nama Beringharjo adalah sebuah kombinasi antara dua kata yaitu ‘bering’ dan ‘harjo’ yang keduanya berarti pohon beringin dan kemakmuran. Jadi, nama Beringharjo dapat diartikan sebagai pohon beringin yang akan memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Kombinasi dari kata-kata ini adalah berdasarkan pada sejarah pasar ini yang dulunya merupakan hutan beringin dan telah menjadi pusat kegiatan ekonomi semenjak jaman dulu hingga saat ini.

Dipasar ini anda akan menemukan berbagai jenis batik dengan pola tradisional yang unik, kerajinan tradisional, dan dan makanan yang lezat. Pasar ini terkenal karena rempah-rempahnya yang terdiri dari banyak pilihan yand digunakan sebagai bahan utama untuk membuat jamu (minuman tradisional Indonesia) yang dapat membantu anda menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Artikel lain di Yogyakarta